puisi

kisah kita

aku tertatih sendiri dalam keheningan

walaupun tak mampu untuk aku tegakkan

hanya hati yang saat ini mampu temani

meski kurasa masih sunyi

 kau ku damba selalu dalam mimpi dan nyataku

 kau sosok penerang saat aku merasa kegelapan

 kau penguat saat aku kelelahan

tapi kini semuanya hilang musnah termakan waktu

tak pernah aku sesali kisah kita yang aku sesali kenapa pertemuan ini sesaat

bulan tersenyum dari balik peraduan

bintangpun mengerling isyaratkan sesuatu

hati yang galau tak mampu untuk menatap

tertatih aku sendiri

terpuruk aku dalam sepi

terangkai seutas kata untukmu yang pernah singgah dihatiku

betapa kukagumi dirimu

 semoga langit akam mampu menjawab

akan ada tangis ataupun senyum

kututup lembaran kisah kita ini

namun kau akan tetap tinggal dihati

 BY: FRETTY YUNITA RAY

Standar